cara simpan obat high alert

Cara Simpan Obat High Alert Menurut Permenkes

4 min read

Bagikan ke:

Cara Menyimpan Obat High Alert di Apotek dengan Baik 

 

Rupanya ada cara menyimpan obat high alert di apotek dan di rumah berbeda lho. Mau tahu langkah tepat yang bisa Anda lakukan? Berikut ini informasinya.

 

Obat high alert diperuntukkan untuk jenis-jenis obat yang memiliki risiko tinggi serta dapat menyebabkan efek samping serius atau bahkan berbahaya jika digunakan dengan tidak tepat. Karena potensi risiko yang besar, obat-obatan ini memerlukan perhatian khusus dalam penyimpanan dan penggunaannya. Beberapa contoh obat high alert yang umum ditemukan antara lain obat pengencer darah seperti, warfarin, obat kemoterapi, insulin, dan opioid. 

 

Untuk memastikan obat-obat ini aman digunakan, penting dilakukan penyimpanan dan pengelolaan secara hati-hati. Penyimpanan yang tidak tepat dapat mengakibatkan kesalahan dosis, kehilangan efektivitas obat, atau bahkan efek samping berbahaya, yang semuanya dapat meningkatkan risiko bagi pasien. Oleh karena itu, pengetahuan tentang cara menyimpan obat high alert yang benar sangat penting untuk menghindari potensi bahaya dan memastikan pengobatan yang efektif khususnya untuk Anda yang memiliki bisnis apotek.

 

Apa itu obat high alert?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, obat high alert adalah jenis-jenis obat yang memiliki risiko  dan efek samping yang tinggi. Obat-obatan jenis ini biasanya digunakan untuk mengobati penyakit yang serius. Oleh karena itu, memerlukan perhatian ekstra dalam penyimpanannya khususnya di apotek. Mengapa demikian? Sebab jika ada kesalahan dosis atau cara pemberian yang salah bisa menyebabkan komplikasi yang fatal. Oleh karena itu, obat high alert harus disimpan, dikelola, dan digunakan dengan hati-hati untuk mencegah kesalahan yang dapat berakibat fatal.

 

Daftar obat high alert

Obat high alert meliputi berbagai Sebenarnya jenis obat yang memiliki potensi tinggi atau high alert itu ada banyak jenisnya. Supaya Anda tidak salah dalam melakukan pengelolaannya, berikut ini beberapa contohnya.

  • Obat pengencer darah (antikoagulan) seperti warfarin atau heparin
  • Obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati kanker
  • Obat pengontrol gula darah (insulin) yang digunakan oleh penderita diabetes
  • Obat penghilang rasa sakit opioid seperti morfin atau fentanyl
  • Obat anestesi yang digunakan untuk membius pasien dalam prosedur medis
  • Obat jantung seperti digoksin atau adenosin
  • Obat infus elektrolit yang mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh

 

Cara menyimpan obat high alert

Setiap tempat memiliki cara menyimpan obat high alert yang berbeda-beda. Namun, artikel ini akan mengupas tuntas cara penyimpanan di apotek atau rumah sakit menurut Peraturan Menteri Kesehatan. Berikut ini ulasannya.

 

Penyimpanan terpisah

Penyimpanan obat di apotek harus disimpan dalam tempat asli dari distributornya. Namun, cara ini bisa tidak dilakukan jika dalam kondisi arirat tau pengecualian yang di mana isi obat tersebut harus dipindahkan ke tempat lain. Oleh karena itu, dalam proses pemindahannya harus dicegah terjadinya kontaminasi dan diberi label jika obat ini dipindahkan ke wadah yang baru. 

 

Selain itu, obat-obat ini juga harus disimpan berdasarkan bentuknya terpisah, misalnya tablet, kapsul, sirup, injeksi. Selanjutnya, berdasarkan farmakologi menggunakan metode FEFO, obat dengan masa kadaluarsa yang pendek  harus diletakan di paling depan sehingga bisa keluarkan terlebih dahulu.

Pengawasan yang ketat

Pastikan hanya petugas medis yang terlatih yang memiliki akses untuk mengambil dan memberikan obat high alert. Ini dapat membantu meminimalkan kesalahan penggunaan.

 

Penamaan label yang jelas

Pastikan setiap obat high alert dilabeli dengan jelas, mencantumkan dosis yang tepat dan petunjuk penggunaan yang sesuai. Penggunaan label peringatan dapat memudahkan identifikasi obat ini.

 

Pemeliharaan suhu dan kelembaban yang tepat

Beberapa obat high alert, memerlukan suhu penyimpanan khusus. Pastikan obat disimpan pada suhu yang sesuai agar tetap efektif dan aman digunakan. Oleh karena itu, suhu penyimpanan obat yang dianjurkan Peraturan Menteri Kesehatan dibagi menjadi empat sebagai berikut.

  • Suhu pada lemari pembeku dijaga antara -25ºC hingga -10ºC, yang biasanya digunakan untuk menyimpan vaksin.
  • Suhu dingin tidak lebih dari 8ºC, dengan lemari pendingin yang memiliki suhu antara 2ºC dan 8ºC, seperti untuk penyimpanan insulin.
  • Suhu sejuk berada dalam kisaran antara 8ºC dan 15ºC.
  • Suhu ruang terkendali dipertahankan antara 15ºC hingga 30ºC.

 

Penyimpanan dalam Kemasan aslinya

Untuk menjaga stabilitas obat, simpan obat high alert dalam kemasan aslinya dan pastikan kemasan tersebut dalam kondisi baik.

 

Risiko tidak  menyimpan obat high alert dengan baik

Tidak menyimpan obat high alert dengan benar dapat menimbulkan berbagai risiko serius, baik bagi pasien maupun pengelola apotek. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu Anda ketahui.

 

Kesalahan dosis

Jika obat high alert tidak disimpan dengan benar atau tercampur dengan obat lain, bisa terjadi kesalahan dalam pemberian dosis. Ini dapat menyebabkan efek samping yang fatal bagi pasien tersebut.

 

Kehilangan efektivitas

Beberapa obat, seperti insulin bisa kehilangan efektivitasnya jika disimpan pada suhu yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan pengobatan menjadi tidak optimal, yang berisiko bagi kondisi pasien.

 

Efek samping berbahaya

Penggunaan obat high alert yang tidak sesuai dengan petunjuk penyimpanan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping yang serius. Misalnya, kesalahan dalam pemberian obat pengencer darah dapat menyebabkan perdarahan hebat.

 

Penyalahgunaan obat

Penyimpanan yang tidak tepat bisa membuka peluang penyalahgunaan obat, terutama pada obat-obat seperti opioid. Jika obat ini tidak terkunci dengan baik, ada risiko obat jatuh ke tangan yang tidak berwenang, seperti pasien atau orang lain yang tidak berhak menggunakannya.

 

Meningkatkan biaya pengobatan

Jika obat tidak disimpan dengan benar dan harus dibuang atau diganti karena kerusakan, ini bisa meningkatkan biaya pengobatan baik untuk rumah sakit maupun pasien.

 

Obat high alert memerlukan perhatian dan pengelolaan yang hati-hati. Penyimpanan yang tepat dan pengawasan yang ketat adalah langkah penting untuk mencegah kesalahan pemberian yang dapat membahayakan pasien. Dengan mengikuti prosedur penyimpanan yang baik dan memahami risiko yang ada, kita dapat meminimalkan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh obat-obat ini. Jangan remehkan pentingnya prosedur penyimpanan yang benar untuk obat-obat high alert, karena tindakan yang tidak hati-hati bisa berakibat fatal.

 

Rerefensi:

Penanganan Obat – Obat High Alert di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

 

Evaluasi Penyimpanan obat high alert

 

Table of Contents

Mulai gunakan OLIN Sekarang

Baca Juga:

Dapatkan panduan dan tips mengelola operasional apotek secara optimal